Friday, August 19, 2005
▲ wartawan poliklinik ▲
Zaman yang serba sulit mendesak sebagian besar mahasiswa harus ekstra kerja keras dan pandai-pandai membagi waktu dan pikiran. Kuliah, organisasi, kantong, semua butuh jatah waktu dan pikiran. Terlebih lagi bagi para aktivis yang tidak bisa tidak padat time schedulenya. Bukan hanya biaya semesteran yang dikatakan kebanyakan orang : mencekik leher, biaya sehari-hari selama kuliah lebih dari sekedar mencekik leher. Fenomena (cie.....ileeee, kata²nya....) ini dijadikan para mahasiswa untuk mencari "samben".
...............................................
Wartawan poliklinik, ada gak sieh ?...............................................
Kemarin, aku nyoba-nyoba melamar pekerjaan yang lowongannya di iklankan di koran harian solopos. Dibutuhkan wartawan/ti, lulusan SLTA, maksimal 35 tahun, dan bersedia ditempatkan di eks-karesidenan Surakarta. Aku merasa memenuhi persyaratan yang diajukan.Aku sudah lulus SLTA. Umurku juga belum nyampe berkepala tiga. Masalah penempatan, .....no problemo!
Setelah mengetik surat lamaran, aku kembali mengecek kelengkapan yang diperlukan. Foto kopi STTB,...sudah! Foto kopi transkrip nilai,...sudah! Foto kopi Kartu Mahasiswa,...sudah! Foto kopi sertifikat diklat jurnalistik juga sudah. Foto terbaru ?....satu....dua....tiga...empat...lengkap! Aku masukkan berkas-berkas itu dalam map karton warna merah. Bismillah!
Jl. Kartopuran 241 A Jayengan Surakarta. Aku ingat betul alamatnya. Yagh,...itu dia alamatnya.
Dengan kendaraanku yang paling ku sayang karena hanya semata wayang, aku meluncur ke alamat itu. Kesulitan-kesulitan dan hambatan-hambatan yang aku hadapi dalam mencari alamat itu, kiranya tidak terlalu penting untuk dituliskan disini, karena memang aku tidak menghadapi kesulitan yang berarti. Kalau hanya jalan kartopuran, sieh, aku tahu. Dulu sewaktu SMU aku sering melewatinya ketika pulang-pergi ke warnet.
Alangkah terkejutnya dan bercampur kecewa dan sedikit gak pede ketika aku nyampe di lokasi. Ada sebuah plakat hijau terpampang di depan sebuah gedung :
Jl. Kartopuran 241 A Jayengan Surakarta.
Ya,...benar ini alamatnya,...tapi,... di atas tulisan itu ada tulisan yang lebih dominan lagi :
POLIKLINIK UMUM ASY SYIFA'
Lhah ... dalah! Iklannya yang salah, apa aku yang salah baca ya.... Atau di milenium ketiga ini memang telah muncul sebuah lapangan kerja baru, lapangan kerja era milenium : wartawan poliklinik umum! Trus, kerjanya apa ? Meliput berita kemudian di muat di.....ah,...sulit untuk dinalar.
Jling.... . Aku ada ide. Aku akan menanyakan perihal lowongan itu ke si pemasangnya via telfon. Eh, salah, via handphone. Dalam iklan itu ada nomor hp yang bisa dihubungi.
Tat...tit...tut...Aku coba menghubungi nomor yang telah aku catat di buku agendaku.
Tuuuuuuuut........"Anda terhubung dengan...."
Aku langsung matikan hpku. Wah, ....mailbox.
Belum menyerah sampai di situ, aku menelfon Solopos. (Lhoh....buat apa ?) Aku menanyakan perihal iklan itu ke bagian periklanan.
"Maaf, Pak -wah, aku dipanggil : Pak- untuk isi iklan itu diluar tanggung jawab kami. Solopos hanya menayangkan saja. Kami menerima materi dari pemasang iklan, ya materi itulah yang kami pasang. Kami tidak tahu menahu masalah kesalahan ketik atau yang sejenisnya"
Pupus sudah.

0 Comments:
Post a Comment
<< Home